Mengenal Bumbu Masakan Nusantara - Daun Ruku-Ruku

Diposkan oleh Unknown on Sunday, December 19, 2010

Mengenal Bumbu Masakan Nusantara - Daun Ruku-Ruku -
uhuk="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpeMCeQL8KSrxyiCBCSUI1UtFqQDoWKRbQVkRKWmrq-T-dxV62sGzYYG5RK5-LKCy_E1m6TyKPsV0gVwDLM2vMGX1SR5KAbU36RY13XBy9dDnq-uTkHccYaENzCTT4xl-r5CI8lgFEMx6s/s1600/DSC_0070.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;">
Bumbu daun yang banyak dijumpai di daerah Provinsi Sumatera ini memberikan aroma segar dan mengurangi rasa amis pada masakan ikan, daging atau ayam.

Tanaman Ruku-Ruku (Ocimum sanctum L.) termasuk tanaman perdu yang tumbuhnya sbisa mencapai 50 cm. Sepintas aroma dan bentuknya mirip daun kemangi dengan sensasi sedikit ada rasa pedas ketika dikunyah. Bentuk daunnya lebih kecil dari daun kemangi, ada yang berwarna hijau dan agak keunguan. Bumbu daun ini banyak dijumpai dalam masakan Padang, seperti pada hidangan gulai ikan maupun masakan berkuah santan lainnya.

Aroma segar yang ditimbulkan dari daun ruku-ruku dapat mengurangi aroma amis pada olahan ikan, udang, daging maupun ayam. Biasanya digunakan dalam bentuk segar, pilih daun mudanya, cuci bersih. Masukkan ke dalam masakan beberapa saat sebelum hidangan diangkat. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Posts related to Mengenal Bumbu Masakan Nusantara - Daun Ruku-Ruku:

0 komentar | add komentar

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.