Bahan Makanan Tradisional Indonesia - Bunga Kecombrang

Diposkan oleh Unknown on Sunday, January 2, 2011

Bahan Makanan Tradisional Indonesia - Bunga Kecombrang -
uhuk="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWMdpxC2JidcXWgwXjNP_uoX5beu3zUQN3aZwP6WkeESgx_LK7Bu8qG9c928z8Ac-ouqjMtN3NpuYt7DWH2ZsoY3B9bXvHALdEH040SxdfzwihKbwMMgJH9yRRdekECaMuAZOMf2yg4_1_/s1600/DSC_0105.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;">
Mengulas keunikan bahan pangan Indonesa memang tidak ada habisnya. Salah satu jenis bunga yang sering dijadikan bahan masakan adalah bunga kecombrang/Nicolaia elatior (Phaeomeria speciosa) atau yang sering disebut dengan Torch Ginger. Aroma dan rasa yang khas dari bunga ini memberi sensasi petualangan rasa berbeda jika ditambahkan dalam masakan.

Di Indonesia, bunga kecombrang sering dimasak sebagai campuran pecal, diolah menjadi pecak combrang, campuran gado-gado, gulai, atau direbus sebagai lalapan.  Bagian yang dimakan adalah bagian bunga yang masih muda atau bagian tengahnya.Selain direbus, bunga ini juga seringkali dibakar dalam abu panas atau sekam bakar. 

Selain kuliner Indonesia, tanaman family Zingiberaceae ini juga banyak dipakai dalam kuliner Asia, seperti di Thailand, dikenal dengan sebutan Kaalaa, di Malaysia disebut Bunga Kantan. Sedangkan di Indonesia, bunga ini memiliki nama yang berbeda setiap daerahnya. Masyarakat Sunda mengenalnya sebagai bunga Honje, Sumatra Barat disebut Kincung, di Maluku dikenal dengan nama Petikala dan ii Gorontalo di sebut Antimengo. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Posts related to Bahan Makanan Tradisional Indonesia - Bunga Kecombrang:

0 komentar | add komentar

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.