You Must To Know: Hal yang Bisa Membuat Percakapan Berakhir!

Diposkan oleh Unknown on Thursday, July 25, 2013

You Must To Know: Hal yang Bisa Membuat Percakapan Berakhir! - Halo Brow, kali ini meal ingin berbagi tentang:
"bagaimana sih membuat orang lain itu betah bercakap dengan mu?"
untuk teman-teman yang sering merasa di cuekin dan gak di dengerin, meal punya tips ni agar percakapanmu lebih sering di dengar dan asik untuk di dengar..

Cara kita berkomunikasi dengan orang lain adalah sebuah kebiasaan. Karenanya, seringkali kita tidak mengetahui apakah pola percakapan yang kita lakukan sudah baik atau belum baik.
uhuk="https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSkB8XItNFpSm0O0Ema4yta9-iebX4Agoe1jPHozKtusJqceFWMvw" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">

Dalam kehidupan sehari-hari pasti sobat sering berkata dalam hati :
�ah tidak enak mengobrol dengan si A, lebih enak saya mencari si B dan mengobrol dengannya.�

Saya tidak tahu sobat sendiri masuk ke dalam kategori mana : si A ataukah si B, mudah-mudahan bukan si A karena si A biasanya selalu dijauhi oleh teman-temannya.

Andai saja sobat masuk dalam kategori si A, anda tidak perlu khawatir karena pola komunikasi yang kurang baik tentu saja dapat diperbaiki. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh orang-orang beserta beberapa solusi untuk memperbaikinya.

Tidak Mendengarkan
uhuk="https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSVFaN8vGl2lHLGr3EKY_-wE4YDLaF8w6nW2cJWF0ZyK7kdLAem8Q" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Sebagian besar orang bukanlah tipekal pendengar yang baik. Ini tentu saja berhubungan dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan dibanding mendengarkan. Dalam setiap perbincangan mereka sepertinya tidak tahan menunggu giliran untuk berbicara.
Belajarlah menekan ego sobat untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain katakan.
Ketika sobat mengambil sikap untuk mulai mendengarkan, sobat sedang membuka jalan untuk terciptanya suatu hubungan (apapun) yang sangat potensial. Namun tetap hindari jawaban singkat �ya� atau �tidak�, karena jika anda seperti itu lawan bicara sobat akan memberikan informasi setengah-setengah kepada anda. Antusiaslah terhadap topik yang sedang mereka bicarakan, sebagai contoh, jika lawan bicara sobat sedang bercerita tentang pengalamannya mendaki gunung pada akhir minggu lalu, sobat dapat bertanya kepadanya :
gunung apa yang kamu daki?
apa yang ada disukai dari mendaki gunung?
apa saja yang kamu lakukan di atas gunung?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan membuat topik pembicaraan menjadi lebih mendalam, lebih menarik, serta memancing lebih banyak lagi topik untuk didiskusikan. Dan yang tak kalah pentingnya lawan bicara sobat mengetahui bahwa sobat sungguh-sungguh sedang mendengarkannya. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara sobat bertambah pada anda.

Terlalu Banyak Bertanya
uhuk="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiktdkyvMtxoutaPjDkQzxyMV4dmZ3X7o8wAqXyqdgpBHJlia8wvogxM4Dzx8AY_IvCmfrrYNeovwrBWDlZvs-R5IThJ9gXU0T4Lcne1QgvkQE-FsT22gaGA-rh1Iw8vAbHGHW9-MWkoBY/s1600/diam1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Beberapa pertanyaan dapat berarti anda antusias dengan lawan bicara sobat, namun terlalu banyak bertanya pun akhirnya menjadi tidak baik karena sepertinya sobat sedang menginterogerasi lawan bicara sobat dan dapat membuat mereka menjadi tidak nyaman.

Cobalah gabungkan antara pernyataan dan pertanyaan,
misalkan :
saya pun minggu lalu berakhir pekan dengan memancing bersama teman-teman kerja saya. Apakah anda suka memancing?
Kehabisan Topik Untuk Dibicarakan
uhuk="http://i.mobavatar.com/what-s-on-your-mind/kehabisan-ide.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Dalam percakapan mungkin sobat sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan bicara sobat, terutama jika sobat berbicara dengan seseorang yang baru saja sobat kenal. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa saran mengenai topik yang bisa sobat bicarakan :
Seorang bijak pernah berkata
Jangan tinggalkan rumah tanpa membaca surat kabar terlebih dahulu"
Jika sobat kehabisan topik untuk dibicarakan, sobat bisa memulai berbicara tentang berita yang sedang hangat saat ini.
Bicarakan tentang sesuatu yang berada disekeliling sobat. Mungkin tentang aquarium yang berada dibelakang sobat, anak-anak yang sedang bermain di samping sobat, atau apapun saja yang memungkinkan untuk dibicarakan di sekeliling anda.
Penyampaian yang Buruk
uhuk="https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTB5iCj1UNJyeYYq3FCtttL1eTOdXbaw_pLsYahrBIb2DOtn3ElHQ" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Salah satu hal yang paling penting dalam berkomunikasi bukanlah apa yang sobat katakan, melainkan bagaimana sobat menyampaikannya. Perubahan dalam kebiasaan ini akan membuat perbedaan besar, karena suara dan bahasa tubuh adalah bagian yang sangat vital dalam berkomunikasi. Beberapa hal di bawah ini untuk sobat pertimbangkan :
Sampaikan dengan perlahan.
Ketika sobat berbicara tentang suatu hal yang sangat menyenangkan, mudah sekali bagi anda untuk memulai pembicaraan tersebut dan bahkan sobat dapat berbicara dengan sangat cepat. Usahakan sobat memperlambat kecepatan bicara sobat, karena akan lebih mudah bagi lawan bicara sobat untuk mendengarkan dan menangkap maksud yang ingin sobat sampaikan.
Bicaralah dengan suara lantang.
Tidak perlu ragu, karena lawan bicara sobat memang ingin mendengarkan anda. Bicaralah dengan jelas. Jangan seperti bergumam. Bicaralah dengan suara yang tidak monoton. Libatkan emosi dalam suara sobat
Gunakan jeda. Penyampaian dengan perlahan ditambah dengan jeda akan membuat lawan bicara sobat lebih perhatian dalam mendengarkan dan suasana pun menjadi lebih rileks. Gunakan bahasa tubuh yang baik. 
Menginterupsi
uhuk="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEaCLI6FxYYSPXt6HA8mIqZHtjuRi1n2iNHD0PtHWDiZQKBL2LVKUAjrSZQVP9sMf1pWdjDAvfQPYzYr5OiyFlh9-yQjHUUPVx44Y0mzufkuY3tZRZFjp6UhP3tyhKzK-rsI2QLkRf7Yn5/s1600/interupsi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Apakah yang sobat rasakan jika pembicaraan sobat dipotong oleh lawan bicara anda? �
Ya, lawan bicara sobat pun akan merasakan hal yang sama jika sobat memotong pembicaraannya. Biarkan lawan bicara sobat menghabiskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk penghargaan sobat pada lawan bicara sobat. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.
Keinginan �Selalu Benar�
Orang tidak akan terkesan kepada sobat jika sobat selalu ingin merasa benar dalam setiap pembicaraan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga mood tetap baik dengan berbicara dengan seseorang. Sebagai contoh : salah satu teman sobat ingin bercerita kepada sobat mengenai serunya pengalaman berarung jeram sampai-sampai perahu karetnya terbalik. Namun sobat malah berbicara bagaimana berarung jeram yang baik. Saya yakin mood teman anda akan langsung berubah. Duduklah santai, berbicara dan tidak berdebat.
Berbicara Tentang Hal-Hal Aneh atau Negatif
uhuk="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM92btgqZfpHlBk6WAxnIGeEeNB2SmkqfcPz2G9jlHtWn1KmDOZD3rHda3rFcsfZ0wcSbgvdku3TwKBmgX-A3LZXx7EL_yov-913pHyfG5bntHqEOLLDjNJV_j7aaZc8mIIpTB9qcsl0QF/s1600/TT_Weird_Series_-_Series_Artwork.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Pernahkan sobat berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara tentang hal-hal aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh yang hanya ia dan temannya yang mengetahui artinya.
meal kira tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada sobat jika sobat selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang sobat keluarkan.
Membosankan
uhuk="https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRcZPamxwtFiuh2mJDQK3cKTS4TbpmgKL-DYAjEJwb1oAlW9Ul3zQ" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Jangan bercerita panjang-panjang tentang mobil sobat yang baru saja sobat beli atau rumah sobat yang baru saja selesai dibangun. Rata-rata orang tidak terlalu tertarik dengan cerita semacam itu, yang terlalu mengekspose kemampuan diri. Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah atau hal-hal yang lucu misalkan. Bisa juga anda menceritakan tentang pengalaman sobat berakhir pekan di puncak kemarin atau rencana sobat pada liburan Lebaran mendatang. Intinya adalah sesuatu yang positif. Bukan juga mengeluh tentang atasan atau pekerjaan anda.
Dale Carnegie pernah berkata :
�Dalam 2 bulan anda akan mempunyai lebih banyak teman dengan cara antusias terhadap cerita-cerita mereka dibandingkan 2 tahun anda mencari teman dengan cara berusaha memancing mereka tertarik pada cerita-cerita anda.�
Cobalah memberi peran lebih dalam berbicara untuk lawan bicara sobat  Kelak sobat akan membangun sebuah hubungan yang berkualitas. Mungkin sobat sudah sering mendengar istilah
�mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut? agar kita harus lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara.
Tidak Merespon Dengan Baik
Jika seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat. Terbukalah dan katakan apa yang sobat pikirkan. Ekspresikan perasaan sobat.
Sebagai penutup, sobat tidak harus memperbaiki ke-9 langkah diatas secara sekaligus. Pilihlah kira-kira 3 hal terpenting yang menurut sobat perlu diperbaiki dan selama 3-4 minggu sobat berusaha melakukan hal tersebut secara terus menerus sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan.

Mudah-mudahan tips yang meal bagi ini bermanfaat bagi sobat sehingga kelak sobat dapat menjadi teman bicara yang baik bagi teman-teman atau pasangan sobat

wokeh, sekian aja postingan kali ini yaahh..

Posts related to You Must To Know: Hal yang Bisa Membuat Percakapan Berakhir!:

0 komentar | add komentar

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.